Washington, D.C. – Pemerintahan Biden mengeluarkan pernyataan resmi kepada mitra dagang utama, menyerukan agar mereka tidak mengambil tindakan balasan terhadap tarif yang dikenakan oleh mantan Presiden Donald Trump. Dalam sebuah konferensi pers, pejabat tinggi perdagangan AS menekankan pentingnya dialog dan kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan global.
Tarif yang dikenakan pada berbagai produk impor, termasuk baja dan aluminium, telah menjadi sumber ketegangan antara AS dan negara-negara mitra, seperti Uni Eropa, China, dan Kanada. Meskipun beberapa negara telah mengajukan keluhan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), pemerintah AS meminta agar semua pihak mengambil langkah mundur dan mencari solusi yang lebih konstruktif.
“Ini adalah waktu untuk menarik napas dan berpikir jernih. Tindakan balas dendam hanya akan memperburuk situasi dan merugikan semua pihak,” ujar seorang pejabat senior yang tidak ingin disebutkan namanya. “Kami percaya bahwa dengan dialog terbuka, kita dapat menemukan jalan keluar yang saling menguntungkan.”
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari tarif yang berkepanjangan. Banyak analis memperingatkan bahwa tindakan balasan dapat memicu perang dagang yang lebih luas, yang pada gilirannya dapat merugikan pertumbuhan ekonomi global.
Sementara itu, beberapa negara mitra telah menunjukkan ketertarikan untuk kembali ke meja perundingan. Uni Eropa, misalnya, telah mengusulkan pembicaraan untuk membahas penghapusan tarif yang dianggap merugikan kedua belah pihak. “Kami siap untuk berdialog dan mencari solusi yang adil,” kata seorang juru bicara Komisi Eropa.
Di sisi lain, beberapa anggota Kongres AS juga mulai mempertanyakan kebijakan tarif yang ada, dengan beberapa dari mereka menyerukan agar pemerintah mempertimbangkan kembali pendekatan tersebut. “Kita perlu memastikan bahwa kebijakan perdagangan kita tidak hanya melindungi industri dalam negeri, tetapi juga mendukung konsumen dan perekonomian secara keseluruhan,” ujar seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat.
Dengan latar belakang ketegangan yang ada, harapan untuk pemulihan hubungan perdagangan yang lebih baik tetap ada. Pemerintah AS berharap bahwa dengan pendekatan yang lebih diplomatis, mereka dapat membangun kembali kepercayaan dan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih stabil dan saling menguntungkan.
Sebagai penutup, pejabat perdagangan AS menegaskan kembali komitmen mereka untuk bekerja sama dengan mitra dagang dalam menyelesaikan isu-isu yang ada. “Kami percaya bahwa dengan saling menghormati dan berkomunikasi, kita dapat mencapai hasil yang positif bagi semua pihak,” tutupnya.